sanskerta,  Sejarah

Kudeta Perdana Menteri Mossadegh 1953

1953 merupakan tahun dimana negara Iran mengalami salah satu peristiwa besar yang tidak diketahui banyak orang. Peristiwa tersebut adalah kudeta perdana Menteri Mosadegh atau Mohammad Mossadegh. Mosadegh merupakan perdana Menteri Iran pada tahun 1951-1953. Kudeta  ini dilatarbelakangi oleh usaha nasionalisasi perusahaan Anglo-Iranian Oil Company dari tangan Inggris.  Kudeta ini juga menjadi salah satu bukti bahwa hegemoni barat akan sebuah minyak tidak dapat diganggu gugat. Kudeta ini juga melibatkan AS dan beberapa kelompok internal di Iran yang kurang suka atas kepemimpinan Mosadegh.

Pada awal tahun 1889 beberapa tokoh yaitu agen de Reuter, Edouard Cotte, dan direktur bea cukai Iran, Ketābčī Khan melakukan explorasi di daerah Qaṣr-e Šīrīn karena di tempat tersebut diduga terdapat sumber minyak. Untuk melancarkan kegiatan explorasi, dari ke-3 tokoh tersebut mengajukan proposal pendanaan kepada pemodal asal Inggris yaitu William Knox D’Arcy. Pendanaan tersebut diterima dan kemudian memberikan hak konsesi kepada D’Arcy untuk melakukan eksplorasi lebih jauh terkait minyak selama 60 tahun. Kemudian, pada 1909 perusahaan D’Arcy yang memiliki hak untuk mengeksploitasi minyak di Iran berubah Namanya menjadi Anglo-Iranian Oil Company. Perusahaan AIOC inilah yang menjadi pokok permasalahan yang menjadi penyabab Mosadegh di kudeta dari tampuk kekuasaan perdana menteri.

Mosadegh yang saat itu telah terpilih menjadi seorang perdana menteri Iran pada tahun 1951 kemudian langsung dengan cepat mengesahkan RUU terkait dengan usaha pemerintah Iran untuk menasionalisasi perusahaan AIOC ini. Usaha nasionalisasi perushaan ini disebabkan karena Mosadegh, beberapa elit Iran, dan penduduk Iran kurang mendapatkan untung atas keberlimpahan minyak yang menjadi sumber daya alam utama di Iran. Inggris sebagai pendiri Perusahaan ini tidak setuju dengan usaha nasionalisasi minyak oleh mosadegh, dengan begitu melalui beberapa upaya Inggris berusaha untuk merebut kembali perusahaan itu. Salah satu upaya yang dilakukan inggris adalah dengan memanfaatkan media BBC untuk melakukan propaganda bahwa usaha Mosadegh ini merupakan usaha yang sia-sia. Terkait perihal propaganda, Ann Katharine Lambton, seorang dosen di London School of Oriental Studies dan di School of African Studies serta atase pers Kedutaan Besar Inggris di Teheran selama Perang Dunia II menyarankan bahwa “cara propaganda merupakan cara yang efektif untuk memobilisasi masa untuk melawan Iran”.

Pada tahun 1952 Inggris berupaya meminta bantuan AS untuk merebut kembali AIOC . Pada  awal nya AS tidak tertarik untuk membantu Inggris, tetapi setelah mengetahui kedekatan antara Mosadegh dengan partai Tudeh yang berafiliasi komunis, AS bersedia untuk ikut serta menbantu Inggris untuk mengkudeta Mosadegh. Kekhawatiran AS terhadap paham komunis yang akan meyebar di wilayah Iran juga dilandasi oleh perjanjian persahabatan Persia dengan Replublik Sosialis Federal Soviet Rusia yang ditandatangani pada 26 Februari 1921. AS khawatir jika Rusia akan memperoleh manfaat yang lebih jika Mosadegh yang dekat dengan partai Tudeh berhasil secara leluasa mengelola AIOC.

Pada tahun 1953 melalau operasi ajax, kemudian MI6 dan CIA mulai merencanakan untuk melakukan kudeta dengan cara membentuk propaganda, bekerjasama dengan elit-elit Iran yang tidak suka atas kepemimpinan Mosadegh, dan mendanai beberapa kelompok demonstran untuk melakukan unjuk rasa .Salah satu kelompok yang kurang puas terhadap Mosadegh dan ikut serta dalam upaya kudeta  adalah Fadayen, kelompok ini merupakan kelompok ekstrimis syiah yang kurang puas dengan kepemiminan mosadegh karena keengganan Mosadegh menerapkan beberapa peraturan yang dikehendaki oleh kelompok tersebut. Selain itu pemangkasan anggaran militer sebanyak 15% dan pemecatan Ayatulloh Kashani dari Mejlis Iran pada 1953 juga memperparah hubungan antara Mosadegh dengan kelompok elit Iran. Bantuan dari AS sebesar $ 10.000 kepada Kashani juga menjadi salah satu bentuk kerjasama antara AS dan Kashani sebagai Upaya untuk menggulingkan Mosadegh.

Rangkaian usaha pelaksanaan kudeta di mulai pada awal februari 1953, pada bulan ini sekelompok orang pro Zahedi menyerang kediaman Mosadegh dan terjadilah kerusuhan di Taheren. Kemudian pada 16 Agustus 1953 Zahedi melakukan pergerakan kembali dengan tujuan untuk secara paksa menangkap Mosadegh dan menggulingkan mosadegh dari jabatannnya sebagai perdana menteri, tetapi Upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pasca kegagalan kudeta pada tanggal 16 Februari tersebut, lalu Reza Shah Palavi kabur karena terindikasi bekerjasama dengan Zahedi. Pada akhirnya Upaya kudeta berhasil di lakukan oleh Zahedi dengan bantuan MI6, CIA dan beberapa elit Iran yang kurang puas dengan kepemimpinan Mosadegh. Setelah Mosadegh berhasil di gulingkan, kemudian pemerintahan Iran Kembali di pegang sepenuhnya oleh Reza Shah Palevi dan system pemerintahan yang awal nya berbentuk Monarki-Kontitusonal menjadi Monarki-Absolut.

Kudeta terhadap Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada tahun 1953 terjadi akibat usaha nasionalisasi Anglo-Iranian Oil Company yang membuat Inggris kehilangan kendali atas minyak Iran, sehingga Inggris bersama Amerika Serikat merencanakan operasi rahasia untuk menggulingkannya. Ketegangan meningkat karena Mosadegh dianggap dekat dengan Partai Tudeh yang berafiliasi komunis, membuat AS khawatir Iran akan jatuh ke pengaruh Soviet. Melalui operasi propaganda, dukungan terhadap kelompok-kelompok oposisi, serta keterlibatan MI6, CIA, dan elit Iran yang tidak puas, usaha kudeta akhirnya berhasil setelah beberapa kegagalan awal. Kejatuhan Mossadegh mengakhiri pemerintahan monarki-konstitusional Iran dan mengembalikan kekuasaan absolut kepada Reza Shah Pahlavi.

Penulis: Afif Khalid Abdullah

Editor: Rafi Iftikhar Prananta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *