{"id":66,"date":"2020-09-19T15:54:00","date_gmt":"2020-09-19T15:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sanskertaonline.id\/?p=66"},"modified":"2020-09-19T15:54:00","modified_gmt":"2020-09-19T15:54:00","slug":"sejarah-athletic-bilbao-lahir-dari-pekerja-imigran-dan-aturan-memakai-talenta-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanskertaonline.id\/?p=66","title":{"rendered":"Sejarah Athletic Bilbao, Lahir dari Pekerja Imigran dan Aturan Memakai Talenta Lokal"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: Arif I. Ismail<\/p>\n<p>Editor: Azizatul Hafidhoh<\/p>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhiEQLVESlTojkpx2omaGnYaXcoWnnDsUXfBY1FMvr3g33ck9LiH7Z3lmjDOV-wR-fhEAO9QxA6-UwEQdqP4D7xRYqDiIpYxWEKCuBxAGedsKEAUQFJOXNuYJYIa2HMRMi9kc_z3UHrP3rE\/s720\/Bilbao.jpg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"509\" data-original-width=\"720\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhiEQLVESlTojkpx2omaGnYaXcoWnnDsUXfBY1FMvr3g33ck9LiH7Z3lmjDOV-wR-fhEAO9QxA6-UwEQdqP4D7xRYqDiIpYxWEKCuBxAGedsKEAUQFJOXNuYJYIa2HMRMi9kc_z3UHrP3rE\/s320\/Bilbao.jpg\" width=\"320\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Starting Line-up pemain Athletico Bilbao sebelum pertandingan pada tahun 1990. (<i>sumber: Todocolecction.com<\/i>)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><\/p>\n<div><i>Athletic Club Bilbao, <\/i>atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Athletic Bilbao ini merupakan tim sepakbola asal Spanyol yang berbasis di Bilbao, <i>Bosque Country<\/i>. Walau tidak se-<i>mentereng<\/i>&nbsp;F.C Barcelona ataupun Real Madrid C.F dikompetisi <i>La Liga&#8211;<\/i>nama liga sepakbola Spanyol, namun tim&nbsp; dengan kostum <i>putih-merah<\/i>&nbsp;ini cukup mengejutkan.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Bilbao masuk ke dalam 4 besar pengoleksi trofi <i>La Liga <\/i>terbanyak dengan raihan 8 piala kompetisi <i>major <\/i>tersebut. Bahkan Athletic Bilbao menjadi salah satu dari <i>hanya <\/i>tiga klub&#8211;dua lainnya telah disebutkan sebelumnya&#8211; yang tidak pernah ter-<i>degradasi <\/i>alias mereka selalu bermain di kasta tertinggi sepakbola Spanyol sejak dimulai tahun 1929 silam. Semenjak didirikan tahun 1903, Athletic Bilbao menyimpan cerita sejarah yang menarik untuk disimak. <i>Let&#8217;s go<\/i><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Awal mula sepak bola diperkenalkan ke Bilbao berkat dua kelompok yang berbeda, tetapi keduanya memiliki koneksi dengan Inggris. Kelompok pertama yakni pekerja baja dan<br \/>\ngalangan kapal, kelompok kedua yaitu siswa Basque yang &#8220;balik kampung&#8221; setelah menyelesaikan studi di Inggris.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pada<br \/>\nakhir abad ke-19, Bilbao merupakan kota pelabuhan terkemuka di kawasan industri penting<br \/>\ndengan tambang besi dan galangan kapal di dekatnya. Bilbao menjadi penggerak<br \/>\nekonomi Spanyol dan akibatnya menarik banyak pekerja migran. Di antara mereka<br \/>\nadalah penambang dari timur laut Inggris, dan pekerja galangan kapal dari<br \/>\nSouthampton, Portsmouth dan Sunderland. Para pekerja Inggris membawa serta<br \/>\npermainan sepak bola. Pada awal 1890-an, para pekerja ini berkumpul dan<br \/>\nmembentuk <i>Bilbao Football Club<\/i>.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sementara itu, putra-putra dari kelas terpelajar Basque<br \/>\nmerantau ke Inggris untuk belajar di<br \/>\nbidang teknik sipil dan perdagangan. Saat berada di Inggris, para siswa<br \/>\nini mengembangkan minat dalam sepak bola dan sekembalinya ke Bilbao, mereka<br \/>\nmulai membuat sebuah pertandingan dengan pekerja Inggris.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Pada tahun 1898,<br \/>\nsiswa yang tergabung dalam <i>Gymnasium Zamacois<\/i> mendirikan <i>Athletic Club<\/i>. Pada<br \/>\ntahun 1901, pertemuan diadakan di Caf\u00e9 Garc\u00eda, yang menetapkan aturan dan<br \/>\nregulasi yang lebih formal. Pada tahun 1902, kedua klub Bilbao tersebut menggabungkan<br \/>\ndiri lalu dikenal sebagai <i>Bizcaya<\/i>, dengan turnamen resmi pertamanya adalah Copa<br \/>\ndel Rey. Hal ini kemudian menyebabkan penggabungan kedua klub sebagai Athletic Club<br \/>\nBilbao pada tahun 1903.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Masih pada tahun yang sama, siswa Basque juga membentuk Athletic<br \/>\nClub Madrid, klub ini kemudian menjadi cikal bakal Atl\u00e9tico Madrid. Tanggal<br \/>\npendirian klub menjadi topik perdebatan di antara sejarawan sepak bola. Klub<br \/>\nitu sendiri mendeklarasikan 1898, tetapi yang lain mengklaim 1901 atau 1903<br \/>\nsebagai tahun pendirian yang sebenarnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<p>Pengaruh Inggris yang paling terasa adalah soal kostum.<br \/>\nKehadiran warga Inggris Utara membuat kostum Athletic berwarna putih-biru.<br \/>\nLalu, pada 1910, salah seorang <i>official<\/i> dan pemain pergi ke Inggris. Mereka<br \/>\nditugaskan untuk membeli kostum baru. Lalu, sampailah perwakilan klub Bilbao di<br \/>\nSouthampton, yang berada di Inggris Selatan. Di Southampton tersebut, mereka menemukan<br \/>\nkostum merah dan putih. mereka berpikir kostum tersebut mirip dengan warna bendera <i>Basque Country<\/i>. Mereka pun membeli kostum<br \/>\ntersebut dan sejak 1910 kostum tersebut menjadi identitas klub Atletic Bilbao hingga sekarang.<o:p><\/o:p><\/p>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEij4uZCCnYgWCcCurnDIAHdf2sFgWV3JLRO3Rfyxz5FXHfuDbdw3dWZogcvj6QZhOOvC1IWZ8sv4nBuI11CRWECuuhoNlxnimVl9q5EUg_xD9BNyGwCIdcd5_4GYt0RInnnLtvv-p4UdBFW\/s340\/Scottish_basque_flag_by_irishhighlander-d4vrijf.png\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"190\" data-original-width=\"340\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEij4uZCCnYgWCcCurnDIAHdf2sFgWV3JLRO3Rfyxz5FXHfuDbdw3dWZogcvj6QZhOOvC1IWZ8sv4nBuI11CRWECuuhoNlxnimVl9q5EUg_xD9BNyGwCIdcd5_4GYt0RInnnLtvv-p4UdBFW\/s320\/Scottish_basque_flag_by_irishhighlander-d4vrijf.png\" width=\"320\" \/><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\">Ikurri\u00f1a, bendera negara bagian Basque yang menjadi tempat klub Atletic Bilbao. (<i>Sumber: reddit.com<\/i>)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><b><span style=\"color: #0d0d0d; font-size: 12pt; line-height: 150%;\"><span style=\"font-family: inherit;\">Teguh Menggunakan Pemain Berdarah Basque untuk Menjaga<br \/>\nTalenta Lokal<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Athletic Bilbao barangkali tak jauh berbeda dengan<br \/>\nBarcelona. Keduanya menjadi ciri dua wilayah; Athletic untuk Basque dan<br \/>\nBarcelona untuk Catalonia. Keduanya pun bukan daerah yang dikuasai penguasa<br \/>\nsaat era Jenderal Franco berkuasa. Keduanya memiliki semangat yang kuat untuk<br \/>\nlepas dari Kerajaan Spanyol.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Sejak 1912, atau sembilan tahun setelah didirikan, Athletic<br \/>\nBilbao telah membuat kebijakan resmi mereka, yang pada intinya adalah <i>only for<br \/>\nthe Basque<\/i>. Dengan kata lain, hanya pemain keturunan Basque yang diizinkan<br \/>\nbermain untuk klub tersebut. Meskipun tradisi ini cukup unik di dunia<br \/>\nsepakbola, hal itu tidak menghentikan Athletic menjadi klub hebat.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Aturan Cantera adalah alasan mengapa Athletic selalu<br \/>\nmenggunakan pemain binaan atau pemain dari Basque. Istilah Cantera merujuk pada<br \/>\nwilayah geografis di mana klub tersebut berasal. Keuntungan dari aturan ini<br \/>\nadalah pasokan pemain untuk tim nasional Spanyol. Cantera menjadi salah satu<br \/>\nalasan mengapa Athletic jarang mengalami krisis finansial.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Dengan memakai pemain<br \/>\nlokal, bisa menghemat pengeluaran. Klub tidak perlu mengeluarkan uang untuk<br \/>\nmentransfer pemain dari klub atau negara lain. Mereka tinggal mencari pemain<br \/>\nberbakat di akademi. Mulai dari Andoni Zubizarreta, Bixante Lizarzu, Aritz<br \/>\nAduriz, hingga Aymeric Laporte dan Kepa Arrizabalaga, Athletic Bilbao seperti<br \/>\ntak pernah kehabisan talenta. Padahal, mereka merupakan kesebelasan eksklusif.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Walau ada yang mengatakan kebijakan ini merupakan diskriminasi terhadap non-Basque,<\/span><span style=\"text-align: left;\">&nbsp;Athletic tak bergeming. Kebijakan yang sudah berjalan sejak 1919 tidak<br \/>\ntergoyahkan. Isu diskriminasi juga secara perlahan dijawab oleh Athletic dengan<br \/>\nprestasi dan tak pernah absen menyumbangkan pemainnya untuk ambil bagian di Tim<br \/>\nNasional Spanyol.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Menurut Hukum Hak Asasi Manusia yang digunakan di Eropa,<br \/>\nsetiap institusi dilarang untuk melakukan diskriminasi. Athletic Bilbao yang hanya<br \/>\nmengizinkan pemain kelahiran daerah Basque untuk membela tim mereka seperti<br \/>\nmelanggar hal itu. Athletic Club bukan melakukan diskriminasi dengan peraturan<br \/>\nmereka. Melainkan menjaga talenta lokal mendapatkan tempat di tim utama dan<br \/>\nmewujudkan mimpi mereka menjadi pesepakbola.<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><br \/><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\">Penulis: Arif Ikhromsyah Ismail<\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><b><i>*Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2019<\/i><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;\"><span style=\"text-align: left;\"><b><i><br \/><\/i><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">Adrianus Eduard, 2019. <i>Memahami Athletic Bilbao Yang Keras Kepala<\/i>. Artikel ligalaga.id<\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">Ball, Phil, 2001. <i>Morbo: The Story of Spanish Football<\/i>. London: WSC Books Ltd<\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">Edgerton, Paul, 2009. <i>William Garbutt. The Father of Italian Football<\/i>. Cheltenham: Sportsbooks Ltd<\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">Frasetya Vady Aditya, 2014. <i>Athletic Bilbao dan Keteguhan Memakai Pemain Lokal<\/i>. Artikel panditfootball.id<\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">__________________, 2016. <i>Ada Inggris di Balik Kostum Athletic Bilbao<\/i>. Artikel panditfootball.id<\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">Lowe, Sid, 2006. <i>Are Bilbao about to bow out?<\/i>. Artikel theguardian.com<\/p>\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\"><\/p>\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;\">Sandy Firdaus, 2016. <i>Athletic Bilbao dan Total Transfer Bernilai 0 Euro<\/i>. Artikel Panditfootball.id<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Arif I. Ismail Editor: Azizatul Hafidhoh Starting Line-up pemain Athletico Bilbao sebelum pertandingan pada tahun 1990. (sumber: Todocolecction.com) Athletic Club Bilbao, atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Athletic Bilbao ini merupakan tim sepakbola asal Spanyol yang berbasis di Bilbao, Bosque Country. Walau tidak se-mentereng&nbsp;F.C Barcelona ataupun Real Madrid C.F dikompetisi La Liga&#8211;nama liga sepakbola Spanyol, namun tim&nbsp; dengan kostum putih-merah&nbsp;ini cukup mengejutkan.&nbsp; Bilbao masuk ke dalam 4 besar pengoleksi trofi La Liga terbanyak dengan raihan 8 piala kompetisi major tersebut. Bahkan Athletic Bilbao menjadi salah satu dari hanya tiga klub&#8211;dua lainnya telah disebutkan sebelumnya&#8211; yang tidak pernah ter-degradasi alias mereka selalu bermain di kasta tertinggi sepakbola Spanyol sejak dimulai tahun 1929 silam. Semenjak didirikan tahun 1903, Athletic Bilbao menyimpan cerita sejarah yang menarik untuk disimak. Let&#8217;s go Awal mula sepak bola diperkenalkan ke Bilbao berkat dua kelompok yang berbeda, tetapi keduanya memiliki koneksi dengan Inggris. Kelompok pertama yakni pekerja baja dan galangan kapal, kelompok kedua yaitu siswa Basque yang &#8220;balik kampung&#8221; setelah menyelesaikan studi di Inggris.&nbsp; Pada akhir abad ke-19, Bilbao merupakan kota pelabuhan terkemuka di kawasan industri penting dengan tambang besi dan galangan kapal di dekatnya. Bilbao menjadi penggerak ekonomi Spanyol dan akibatnya menarik banyak pekerja migran. Di antara mereka adalah penambang dari timur laut Inggris, dan pekerja galangan kapal dari Southampton, Portsmouth dan Sunderland. Para pekerja Inggris membawa serta permainan sepak bola. Pada awal 1890-an, para pekerja ini berkumpul dan membentuk Bilbao Football Club. Sementara itu, putra-putra dari kelas terpelajar Basque merantau ke Inggris untuk belajar di bidang teknik sipil dan perdagangan. Saat berada di Inggris, para siswa ini mengembangkan minat dalam sepak bola dan sekembalinya ke Bilbao, mereka mulai membuat sebuah pertandingan dengan pekerja Inggris. Pada tahun 1898, siswa yang tergabung dalam Gymnasium Zamacois mendirikan Athletic Club. Pada tahun 1901, pertemuan diadakan di Caf\u00e9 Garc\u00eda, yang menetapkan aturan dan regulasi yang lebih formal. Pada tahun 1902, kedua klub Bilbao tersebut menggabungkan diri lalu dikenal sebagai Bizcaya, dengan turnamen resmi pertamanya adalah Copa del Rey. Hal ini kemudian menyebabkan penggabungan kedua klub sebagai Athletic Club Bilbao pada tahun 1903.&nbsp; Masih pada tahun yang sama, siswa Basque juga membentuk Athletic Club Madrid, klub ini kemudian menjadi cikal bakal Atl\u00e9tico Madrid. Tanggal pendirian klub menjadi topik perdebatan di antara sejarawan sepak bola. Klub itu sendiri mendeklarasikan 1898, tetapi yang lain mengklaim 1901 atau 1903 sebagai tahun pendirian yang sebenarnya. Pengaruh Inggris yang paling terasa adalah soal kostum. Kehadiran warga Inggris Utara membuat kostum Athletic berwarna putih-biru. Lalu, pada 1910, salah seorang official dan pemain pergi ke Inggris. Mereka ditugaskan untuk membeli kostum baru. Lalu, sampailah perwakilan klub Bilbao di Southampton, yang berada di Inggris Selatan. Di Southampton tersebut, mereka menemukan kostum merah dan putih. mereka berpikir kostum tersebut mirip dengan warna bendera Basque Country. Mereka pun membeli kostum tersebut dan sejak 1910 kostum tersebut menjadi identitas klub Atletic Bilbao hingga sekarang. Ikurri\u00f1a, bendera negara bagian Basque yang menjadi tempat klub Atletic Bilbao. (Sumber: reddit.com) Teguh Menggunakan Pemain Berdarah Basque untuk Menjaga Talenta Lokal Athletic Bilbao barangkali tak jauh berbeda dengan Barcelona. Keduanya menjadi ciri dua wilayah; Athletic untuk Basque dan Barcelona untuk Catalonia. Keduanya pun bukan daerah yang dikuasai penguasa saat era Jenderal Franco berkuasa. Keduanya memiliki semangat yang kuat untuk lepas dari Kerajaan Spanyol. Sejak 1912, atau sembilan tahun setelah didirikan, Athletic Bilbao telah membuat kebijakan resmi mereka, yang pada intinya adalah only for the Basque. Dengan kata lain, hanya pemain keturunan Basque yang diizinkan bermain untuk klub tersebut. Meskipun tradisi ini cukup unik di dunia sepakbola, hal itu tidak menghentikan Athletic menjadi klub hebat. Aturan Cantera adalah alasan mengapa Athletic selalu menggunakan pemain binaan atau pemain dari Basque. Istilah Cantera merujuk pada wilayah geografis di mana klub tersebut berasal. Keuntungan dari aturan ini adalah pasokan pemain untuk tim nasional Spanyol. Cantera menjadi salah satu alasan mengapa Athletic jarang mengalami krisis finansial.&nbsp; Dengan memakai pemain lokal, bisa menghemat pengeluaran. Klub tidak perlu mengeluarkan uang untuk mentransfer pemain dari klub atau negara lain. Mereka tinggal mencari pemain berbakat di akademi. Mulai dari Andoni Zubizarreta, Bixante Lizarzu, Aritz Aduriz, hingga Aymeric Laporte dan Kepa Arrizabalaga, Athletic Bilbao seperti tak pernah kehabisan talenta. Padahal, mereka merupakan kesebelasan eksklusif. Walau ada yang mengatakan kebijakan ini merupakan diskriminasi terhadap non-Basque,&nbsp;Athletic tak bergeming. Kebijakan yang sudah berjalan sejak 1919 tidak tergoyahkan. Isu diskriminasi juga secara perlahan dijawab oleh Athletic dengan prestasi dan tak pernah absen menyumbangkan pemainnya untuk ambil bagian di Tim Nasional Spanyol.&nbsp; Menurut Hukum Hak Asasi Manusia yang digunakan di Eropa, setiap institusi dilarang untuk melakukan diskriminasi. Athletic Bilbao yang hanya mengizinkan pemain kelahiran daerah Basque untuk membela tim mereka seperti melanggar hal itu. Athletic Club bukan melakukan diskriminasi dengan peraturan mereka. Melainkan menjaga talenta lokal mendapatkan tempat di tim utama dan mewujudkan mimpi mereka menjadi pesepakbola. Penulis: Arif Ikhromsyah Ismail *Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2019 Sumber: Adrianus Eduard, 2019. Memahami Athletic Bilbao Yang Keras Kepala. Artikel ligalaga.id Ball, Phil, 2001. Morbo: The Story of Spanish Football. London: WSC Books Ltd Edgerton, Paul, 2009. William Garbutt. The Father of Italian Football. Cheltenham: Sportsbooks Ltd Frasetya Vady Aditya, 2014. Athletic Bilbao dan Keteguhan Memakai Pemain Lokal. Artikel panditfootball.id __________________, 2016. Ada Inggris di Balik Kostum Athletic Bilbao. Artikel panditfootball.id Lowe, Sid, 2006. Are Bilbao about to bow out?. Artikel theguardian.com Sandy Firdaus, 2016. Athletic Bilbao dan Total Transfer Bernilai 0 Euro. Artikel Panditfootball.id<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-66","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=66"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/66\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=66"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=66"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=66"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}