{"id":179,"date":"2016-01-13T14:45:00","date_gmt":"2016-01-13T14:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sanskertaonline.id\/?p=179"},"modified":"2016-01-13T14:45:00","modified_gmt":"2016-01-13T14:45:00","slug":"sanskerta-edisi-ganjuran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanskertaonline.id\/?p=179","title":{"rendered":"Sanskerta Edisi Ganjuran"},"content":{"rendered":"<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"clear: both; text-align: justify;\">\n<a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg_Ve1NvyE0XtOuXtyAFEn9SUmuhXBSajVgYWDPFnARlXgg23ES81CYt9jlFba4gUpMM2xGY3AXmWtXkc4j5MpBiHvZMIlR8q5GhF6vDHGqWD5oHTbk_UOED1z1LWYe9w8LJZmAbY91dxbB\/s1600\/cover+png+baru.jpg\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg_Ve1NvyE0XtOuXtyAFEn9SUmuhXBSajVgYWDPFnARlXgg23ES81CYt9jlFba4gUpMM2xGY3AXmWtXkc4j5MpBiHvZMIlR8q5GhF6vDHGqWD5oHTbk_UOED1z1LWYe9w8LJZmAbY91dxbB\/s640\/cover+png+baru.jpg\" width=\"464\" \/><\/a><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSalam Literasi, STUPA MERAH !<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<\/div>\n<div style=\"text-align: left;\">\nMuncul dari benak kami (Mahasiswa) untuk belajar dan berproses menghadirkan sesuatu secara mendadak. Hal yang sangat bersebrangan, jika hanya menggunakan kata \u201cinstant\u201d didalam kamus sejarah. Sejarah yang masih terus kami pelajari selalu memberikan jalan panjang untuk memahami sebuah pencapaian. Namun, seringkali sebuah pemahaman memerlukan cara \u201ckhusus\u201d meskipun itu hanya untuk memahami proses belajar itu sendiri. Sama seperti kami, yang belajar melalui HMIS (Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah) sebagai salah satu cara berproses, yang memang harus menggunakan cara \u201ckhusus\u201d untuk menghadirkan Sanskerta. Sanskerta edisi khusus tentang Gereja Ganjuran yang kami angkat,sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengenal dan mempelajari sejarah sebagai sebuah ilmu pengetahuan. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nSejarah tentang Indonesia tidak terlepas dari peran bangsa-bangsa lain yang turut mewarnai perkembangannya. Kedatangan Bangsa Barat (Eropa) memiliki tempat sendiri dalam kancah panggung sejarah Indonesia. Kebudayaan yang dibangun tersebut, kita kenal dengan istilah Kebudayaan Indis. Berbagai peninggalan dan bukti-bukti berkembangnya Kebudayaan Indis masih melekat dan terjaga dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali perpaduan budaya akibat dari penyebaran Agama Katolik, berupa Gereja Ganjuran. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nKali ini, terbitnya Sanskerta edisi khusus dimulai dengan sejarah perkembangan Gereja Ganjuran di masa awal abad ke 20. Keluarga Schmutzer sebagai tokoh yang berperan penting dalam pendirian Gereja Ganjuran. Adanya keistimewaan pada arsitektur Gereja Ganjuran yang sangat terikat dengan budaya Jawa. Simbol-simbol Jawa dapat menyatu dengan simbol-simbol Agama Katolik menjadi bukti perpaduan anatara 2 budaya yang berbeda. Bahkan, relief dan candi menjadi ciri khas pada bangunan-bangunan ibadah di Gereja Ganjuran. Pada sisi lain, buku \u201cMenjadi Merah\u201d yang menceritakan sejarah awal terbentuknya Sarekat Islam di Semarang tersaji dirubrik resensi. <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\nGereja Ganjuran ialah gereja yang khusus, sekiranya itulah yang membuat kami meng\u201dkhusus\u201dkan cara dan proses pembuatan Buletin Sanskerta kali ini. Sebuah keyakinan bahwa Sanskerta akan terus ada hanya karena ketepatan waktu terbit dan kritik yang dibangun dari pihak luar. \u201cKhusus\u201dmerupakan hal yang terus kami dekati sebagai bukti bahwa semangat untuk memberikan yang terbaik bagi pembaca Sanskerta. Akhir kata, selamat \u201cmenjelajah waktu dan peradaban\u201d di Bumi Ganjuran. Salam Literasi <\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"font-size: x-large;\"><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/0B5-5HNCNQyOhY3dGLTNGdzZzZXc\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\"><br \/><\/a><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: x-large;\"><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/0B5-5HNCNQyOhY3dGLTNGdzZzZXc\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Baca Sanskerta Online<\/a><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salam Literasi, STUPA MERAH ! Muncul dari benak kami (Mahasiswa) untuk belajar dan berproses menghadirkan sesuatu secara mendadak. Hal yang sangat bersebrangan, jika hanya menggunakan kata \u201cinstant\u201d didalam kamus sejarah. Sejarah yang masih terus kami pelajari selalu memberikan jalan panjang untuk memahami sebuah pencapaian. Namun, seringkali sebuah pemahaman memerlukan cara \u201ckhusus\u201d meskipun itu hanya untuk memahami proses belajar itu sendiri. Sama seperti kami, yang belajar melalui HMIS (Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah) sebagai salah satu cara berproses, yang memang harus menggunakan cara \u201ckhusus\u201d untuk menghadirkan Sanskerta. Sanskerta edisi khusus tentang Gereja Ganjuran yang kami angkat,sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengenal dan mempelajari sejarah sebagai sebuah ilmu pengetahuan. Sejarah tentang Indonesia tidak terlepas dari peran bangsa-bangsa lain yang turut mewarnai perkembangannya. Kedatangan Bangsa Barat (Eropa) memiliki tempat sendiri dalam kancah panggung sejarah Indonesia. Kebudayaan yang dibangun tersebut, kita kenal dengan istilah Kebudayaan Indis. Berbagai peninggalan dan bukti-bukti berkembangnya Kebudayaan Indis masih melekat dan terjaga dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali perpaduan budaya akibat dari penyebaran Agama Katolik, berupa Gereja Ganjuran. Kali ini, terbitnya Sanskerta edisi khusus dimulai dengan sejarah perkembangan Gereja Ganjuran di masa awal abad ke 20. Keluarga Schmutzer sebagai tokoh yang berperan penting dalam pendirian Gereja Ganjuran. Adanya keistimewaan pada arsitektur Gereja Ganjuran yang sangat terikat dengan budaya Jawa. Simbol-simbol Jawa dapat menyatu dengan simbol-simbol Agama Katolik menjadi bukti perpaduan anatara 2 budaya yang berbeda. Bahkan, relief dan candi menjadi ciri khas pada bangunan-bangunan ibadah di Gereja Ganjuran. Pada sisi lain, buku \u201cMenjadi Merah\u201d yang menceritakan sejarah awal terbentuknya Sarekat Islam di Semarang tersaji dirubrik resensi. Gereja Ganjuran ialah gereja yang khusus, sekiranya itulah yang membuat kami meng\u201dkhusus\u201dkan cara dan proses pembuatan Buletin Sanskerta kali ini. Sebuah keyakinan bahwa Sanskerta akan terus ada hanya karena ketepatan waktu terbit dan kritik yang dibangun dari pihak luar. \u201cKhusus\u201dmerupakan hal yang terus kami dekati sebagai bukti bahwa semangat untuk memberikan yang terbaik bagi pembaca Sanskerta. Akhir kata, selamat \u201cmenjelajah waktu dan peradaban\u201d di Bumi Ganjuran. Salam Literasi Baca Sanskerta Online<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-179","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sanskerta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/179\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}