{"id":118,"date":"2019-05-11T15:23:00","date_gmt":"2019-05-11T15:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sanskertaonline.id\/?p=118"},"modified":"2019-05-11T15:23:00","modified_gmt":"2019-05-11T15:23:00","slug":"sarasehan-bukber-ilmu-sejarah-kempal-bareng-sedulur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanskertaonline.id\/?p=118","title":{"rendered":"Sarasehan Bukber Ilmu Sejarah \u201cKempal Bareng Sedulur\u201d"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: inherit;\"><br \/><\/span><br \/>\n<\/p>\n<table align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj1-FKSwvV9Taomm2O5wvPOQGaVImrqVxszw-otOI3jzwHZp8HMEFKWxhLpC7zht4F3hLgJXIT56noaAweAFyk7nSKNqG77AzgeaCrzoYyBsA-0dAMlqyv0wLUiczTqm7i-iQuOpQw7dFj3\/s1600\/WhatsApp+Image+2019-05-10+at+21.01.57+%25281%2529.jpeg\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"><span style=\"font-family: inherit;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"816\" data-original-width=\"1232\" height=\"263\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj1-FKSwvV9Taomm2O5wvPOQGaVImrqVxszw-otOI3jzwHZp8HMEFKWxhLpC7zht4F3hLgJXIT56noaAweAFyk7nSKNqG77AzgeaCrzoYyBsA-0dAMlqyv0wLUiczTqm7i-iQuOpQw7dFj3\/s400\/WhatsApp+Image+2019-05-10+at+21.01.57+%25281%2529.jpeg\" width=\"400\" \/><\/span><\/a><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-family: &quot;georgia&quot; , &quot;times new roman&quot; , serif;\"><span style=\"font-family: inherit; font-size: small;\"><i>Foto by Sie PDD Acara Sarasehan <\/i><\/span><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\">\n<span style=\"font-family: &quot;georgia&quot; , &quot;times new roman&quot; , serif;\"><span style=\"font-family: inherit; font-size: small;\"><\/span><\/span><\/div>\n<p><a name='more'><\/a><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<span style=\"text-align: left;\">Yogyakarta &#8211; Masih dalam rangkaian bulan Ramadhan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta menggelar Sarasehan Buka Bersama (Bukber). Dengan tajuk \u201cKempal Bareng Sedulur\u201d, acara yang dihadiri 63 peserta tersebut berlangsung pada Kamis (9\/5\/2019) pukul 15.00-18.00 WIB di ruang Cut Nyak Dien FIS UNY.&nbsp;<\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: left;\">\n<br \/>Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Sejarah dari beberapa angkatan ini menghadirkan empat pembicara sebagai pemantik diskusi. Diantaranya, hadir pula dua Dosen Ilmu Sejarah Muhammad Yuanda Zara. MA.Ph.D dan Kuncoro Hadi, M.A, serta dua Alumni Ilmu Sejarah, Lillyana Mulya, M.A. dan Fajar Shodiq Kurniawan, S.S.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan sarasehan ini pembicara memberikan pendapat dan sarannya terkait beberapa hal seperti: pemanfaatan teknologi, managemen waktu, pentingnya akademik, jaringan, dan keterampilan. Hal tersebut selaras dengan saran yang disampaikan oleh salah satu pembicara M. Yuanda Zara.<\/p>\n<p>\u201cKalian kalau ada kesempatan atau waktu jangan hanya untuk membeli kuota, pakailah untuk kursus bahasa asing. Karena keterampilan berbahasa asing sangat penting dan dibutuhkan.\u201d ucapnya. Selain menyampaikan pendapat dan saran, dua pembicara lain juga menceritakan beberapa pengalamannya untuk dijadikan sebagai motivasi bagi mahasiswa.<\/p>\n<p>Salah satu peserta yang hadir, Evi Khoiriyah (19) mengutarakan apresiasi atas suksesnya acara sarasehan tahun ini. \u201cDibandingkan acara tahun kemarin peserta (tahun ini-red) lebih banyak, meskipun perbandingannya tidak jauh berbeda.\u201d Mahasiswi Ilmu Sejarah itu juga berharap agar acara sarasehan tahun depan kuantitasnya dapat ditingkatkan.<\/p>\n<p>Reporter: Azizatul Hafidhoh<br \/>Editor: Muhammad Fachrul Rabul<o:p><\/o:p><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto by Sie PDD Acara Sarasehan Yogyakarta &#8211; Masih dalam rangkaian bulan Ramadhan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta menggelar Sarasehan Buka Bersama (Bukber). Dengan tajuk \u201cKempal Bareng Sedulur\u201d, acara yang dihadiri 63 peserta tersebut berlangsung pada Kamis (9\/5\/2019) pukul 15.00-18.00 WIB di ruang Cut Nyak Dien FIS UNY.&nbsp; Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Sejarah dari beberapa angkatan ini menghadirkan empat pembicara sebagai pemantik diskusi. Diantaranya, hadir pula dua Dosen Ilmu Sejarah Muhammad Yuanda Zara. MA.Ph.D dan Kuncoro Hadi, M.A, serta dua Alumni Ilmu Sejarah, Lillyana Mulya, M.A. dan Fajar Shodiq Kurniawan, S.S. Dalam kegiatan sarasehan ini pembicara memberikan pendapat dan sarannya terkait beberapa hal seperti: pemanfaatan teknologi, managemen waktu, pentingnya akademik, jaringan, dan keterampilan. Hal tersebut selaras dengan saran yang disampaikan oleh salah satu pembicara M. Yuanda Zara. \u201cKalian kalau ada kesempatan atau waktu jangan hanya untuk membeli kuota, pakailah untuk kursus bahasa asing. Karena keterampilan berbahasa asing sangat penting dan dibutuhkan.\u201d ucapnya. Selain menyampaikan pendapat dan saran, dua pembicara lain juga menceritakan beberapa pengalamannya untuk dijadikan sebagai motivasi bagi mahasiswa. Salah satu peserta yang hadir, Evi Khoiriyah (19) mengutarakan apresiasi atas suksesnya acara sarasehan tahun ini. \u201cDibandingkan acara tahun kemarin peserta (tahun ini-red) lebih banyak, meskipun perbandingannya tidak jauh berbeda.\u201d Mahasiswi Ilmu Sejarah itu juga berharap agar acara sarasehan tahun depan kuantitasnya dapat ditingkatkan. Reporter: Azizatul HafidhohEditor: Muhammad Fachrul Rabul<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-118","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-in-house-jurnalism"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=118"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/118\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanskertaonline.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}